Tampilkan postingan dengan label belajar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Agustus 2021

Kenalilah Dirimu, Maka Kau Akan Tau Siapa Setan Sebenarnya.

Renungan Sore kita, Bro,,, Monngo Ngopi,, 
02 Muharram 1443 
💞

Syeikh Syams Tabrizi, mengatakan dengan indah :

"Seluruh isi dunia ini tersimpan di dalam setiap diri manusia,, Semua yg kau lihat di sekelilingmu, termasuk sesuatu yg tak kau sukai ato bahkan orang2 yg kau rendahkan ato kau benci, ada di dalam dirimu dalam kadar yg berbeda2,,,.
Oleh karena itu, jangan mencari setan di luar dirimu,,.
Setan itu bukanlah kekuatan luar biasa yang menyerangmu dari luar.,,
Setan adalah suara biasa yg kau dengar di dalam dirimu sendiri,,,
Jika kau mengenal dirimu sepenuhnya dan menghadapi segala hal itu dengan kebersihan hati dan konsisten, dari sisi cahayanya maupun sisi gelapnya, maka kau akan mencapai sebuah bentuk kesadaran tertinggi,,,. 
Ketika seseorang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya".

Kalo sudah mengenal dirimu, maka akan mengenal Tuhanmu, 
Kalo sudah mengenal dirimu, maka akan tau siapa setan sebenarnya,, 

Ihdinash Shirotol Mustaqim,,



Sabtu, 12 Juni 2021

Ini soal suka dan benciku.

Berbuat baiklah dan tetaplah mengajak dalam kebaikan...!
Begitulah kata-kata banyak orang untuk selalu mengingatkan satu sama lain..
Sementara diriku tetap berbuat sesukaku.,, 
Aku berbuat sesukaku, bukan sebenciku,, 
terserah kau mau suka atau benci padaku,,, 
di anggap baik atau buruk, itu urusanku,,

(jangan memaksa sukamu untuk menjadi sukaku, dan bencimu untuk menjadi benciku)

suka dan benciku hanya kepada Alloh,, dan karena Alloh,,



Senin, 29 Maret 2021

JIHAD UNTUK TETAP HIDUP

Mendengar aksi bom bunuh diri baru-baru ini, saya jadi memahami satu hikmah dan kebaikan dalam pepatah netizen yang kerap di lontarkan sebagai olok-olokan,,
"TETAPLAH HIDUP MESKI GAK GUNA" 
Paling tidak, ada optimisme dalam pepatah itu yaitu: TETAPLAH HIDUP,,,!!
Yang Di harapkan adalah tetap hidup. Guna-gak guna, itu soal dinamika,. Bisa berubah setiap saat setiap waktu, Bro,, 

Mungkin saat ini Anda memang "gak guna" , tapi siapa tahu nanti malah "tambah gak guna" atau sebaliknya, menjadi orang yang "paling berguna" ,,,
Sebab, salah satu ciri makhluk hidup adalah berubah,,
Jadi, tetaplah hidup, Broo,,
Maka, jihad kita hari ini adalah tetap hidup, memperjuangkan hidup, dan berguna dalam hidup.,,
Sudah di beri hidup, jangan cari mati,,
Mati biar datang sendiri, tidak perlu di cari,, apalagi dengan cara bunuh diri sambil bunuh orang lain: itu jelas-jelas frustrasi,Bro,,,,!! 

Jihadul Akbar,, Jihadun nafsi,,



Kamis, 09 Juli 2020

" Urip Iku Urup - Hidup Itu Menghidupi "

Hidup itu sederhana saja,Bro.. yaitu asal tidak maksiat dan bermanfaati kepada orang banyak,,


Posisi apapun sama sekali bukan tujuan,,, tidak menjadi apapun juga tidak masalah,,, tidak di kenal orang juga tidak masalah juga,, tidak di akui keberadaannya juga tidak masalah,, tidak di hormati juga tidak masalah,, justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang 'kan malah lebih leluasa dan santai.,,


Mendapatkan penghormatan bukan bukti kesuksesan.,, Menghormati belum tentu karena betul2 memiliki rasa hormat,,. 

Bisa saja orang menghormati kita karena takut, karena di haruskan, karena mereka bekerja untuk kita, 

mereka butuh sama seperti kita, atau supaya terlihat pantas saja.,,


Hidup gak usah di buat sulit, gak usah “ruwet” ,, 

Asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang, serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup.,,


Itu saja sudah cukup, Bro....


Selasa, 19 November 2019

Penyebab Hati Gelisah, Meski Rajin Ngibadah.

Di samping seorang sufi, Abu Yazid Al Busthomi juga adalah pengajar tasawuf, di antara jamaahnya, ada seorang santri yang juga memiliki murid yang banyak,,

Santri itu juga menjadi kyai bagi jamaahnya sendiri karena telah memiliki murid, santri ini selalu memakai pakaian yang menunjukkan kesholihannya, seperti baju putih, serban, dan wewangian tertentu,,

Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Abu Yazid,,

",,Tuan Guru, saya sudah beribadah tiga puluh tahun lamanya, saya sholat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan, saya tak pernah saksikan apapun yang Tuan Guru gambarkan,,"

Abu Yazid menjawab,,

",,Sekiranya kau beribadah selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu mukasyafah dalam hidupmu,,"

Murid itu heran,,

",,Mengapa demikian, ya Tuan Guru?,,"

",,Karena kau tertutup oleh dirimu sendiri,,"

jawab Abu Yazid,,

",,Bisakah kau obati aku agar hijab itu tersingkap?,,"

pinta sang murid,,

",,Bisa,, tapi kau takkan mampu melakukannya,,"

ucap Abu Yazid,,

",,Tentu saja akan aku lakukan,,"

sanggah murid itu,,

",,Baiklah kalau begitu,,"

kata Abu Yazid,,

",,Sekarang tinggalkan pakaianmu, sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping, gantungkan di lehermu kantung berisi kacang, pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak2 kecil di sana, katakan pada mereka,, 

",,Hai anak2, barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali, aku beri satu kantung kacang,,"

lalu datangilah tempat di mana jamaah kamu sering mengagumimu, katakan juga pada mereka,,,

",,Siapa yang mau menampar mukaku, aku beri satu kantung kacang!,,"

",,Subhanalloh, masya Alloh, laa ilaaha illalloh,,,"

Kata murid itu terkejut,,

Abu Yazid berkata,,

",,Jika kalimat2 suci itu di ucapkan oleh orang kafir, ia berubah menjadi mukmin tapi kalau kalimat itu di ucapkan oleh seorang sepertimu, kau berubah dari mukmin menjadi kafir,,"

Murid itu keheranan,,

",,Mengapa bisa begitu,,"

Abu Yazid menjawab,,

",,Karena kelihatannya kau sedang memuji Alloh, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu, ketika kau katakan : Tuhan mahasuci, seakan2 kau mensucikan Tuhan padahal kau menonjolkan kesucian dirimu,,"

",,Kalo begitu,,"

murid itu kembali meminta,,,

",,berilah saya nasihat lain,,"

Abu Yazid menjawab,,

",,Bukankah aku sudah bilang, kau takkan mampu melakukannya!!,,"

Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga. Abu Yazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadah mudah terkena penyakit ujub dan takabbur,,

",,Hati2lah kalian dengan ujub,,"

Pesan Iblis,,

Dahulu,, Iblis beribadah ribuan tahun kepada Alloh tetapi karena takabburnya terhadap Adam,, Tuhan menjatuhkan Iblis ke derajat yang serendah2nya,,

Takabbur dapat terjadi karena amal atau kedudukan kita,, kita sering merasa menjadi orang yang penting dan mulia,, Abu Yazid Al-Busthomi menyuruh kita menjadi orang hina agar ego dan keinginan kita untuk menonjol dan
di hormati segera hancur, yang tersisa adalah perasaan tawadhu' dan kerendah-hatian hanya dengan itu kita bisa mencapai ke hadirat Alloh SWT,,

Orang2 yang suka mengaji juga dapat jatuh kepada ujub, mereka merasa telah memiliki ilmu yang banyak,,

Suatu hari, seseorang datang kepada Nabi,,

",,Ya Rasululloh, aku rasa aku telah banyak mengetahui syariat Islam, apakah ada hal lain yang dapat kupegang teguh?,,"

Nabi menjawab,,:
",,Katakanlah; Tuhanku Alloh,, kemudian beristiqamah-lah kamu,,"

Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadah,, orang sering merasa ibadah yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan,, Ia menganggap ibadah sebagai investasi, orang yang gemar beribadah cenderung jatuh pada perasaan tinggi diri,, Ibadah di jadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat,, orang itu akan amat tersinggung bila tidak di berikan tempat yang memadai statusnya, sebagai seorang ahli ibadat dan ahli dzikir, ia ingin di sambut dalam setiap majelis dan di beri tempat duduk yang paling utama,,
Sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad-nya,,

Suatu hari, di depan Rasululloh SAW Abu Bakar menceritakan seorang sahabat yang amat rajin ibadatnya,, Ketekunannya menakjubkan semua orang tapi Rasululloh SAW tak memberikan komentar apa-apa,,

Para sahabat keheranan, mereka bertanya-tanya, mengapa Nabi tak menyuruh sahabat yang lain agar mengikuti sahabat ahli ibadat itu,,

Tiba2 orang yang di bicarakan itu lewat di hadapan majelis Nabi,, Ia kemudian duduk di tempat itu tanpa mengucapkan salam,, Abu Bakar berkata kepada Nabi,,

",,Itulah orang yang tadi kita bicarakan, ya Rasululloh,,"

Nabi hanya berkata,,,

",,Aku lihat ada bekas sentuhan setan di wajahnya,,"

Nabi SAW lalu mendekati orang itu dan bertanya,,

",,Bukankah kalo kamu datang di satu majelis kamu merasa bahwa kamulah orang yang paling sholih dimajelis itu?,,"

Sahabat yang ditanya menjawab,,

",,Allohumma, na'am,, Ya Alloh,, memang begitulah aku,,"

Orang itu lalu pergi meninggalkan majelis Nabi,,

Setelah itu Rasululloh bertanya kepada para sahabat,,

",,Siapa diantara kalian yang mau membunuh orang itu?,,"

",,Aku,,"

jawab Abu Bakar,,

Abu Bakar lalu pergi tapi tak berapa lama ia kembali lagi,,

",,Ya Rasululloh, bagaimana mungkin aku membunuhnya? Ia sedang ruku',,,"

Kanjeng Nabi tetap bertanya,,

",,Siapa yang mau membunuh orang itu?,,"

Umar bin Khoththob menjawab,,

",,Aku,,"

Tapi seperti juga Abu Bakar, ia kembali tanpa membunuh orang itu,,

",,Bagaimana mungkin aku bunuh orang yang sedang bersujud dan meratakan dahinya di atas tanah?,,"

Kanjeng Nabi masih bertanya,,,

",,Siapa yang akan membunuh orang itu?,,"

Sahabat Ali bangkit,,

",,Aku,,"

Ia lalu keluar dengan membawa pedang dan kembali dengan pedang yang masih bersih, tidak berlumuran darah,,,

",,Ia telah pergi, ya Rasululloh,,"

Kanjeng Nabi
kemudian bersabda,,;
",,,Sekiranya engkau bunuh dia, umatku takkan pecah sepeninggalku,,,"

Dari kisah ini pun kita dapat mengambil hikmah, selama di tengah2 kita masih terdapat orang yang merasa dirinya paling sholih, paling berilmu, dan paling benar dalam pendapatnya, pastilah terjadi perpecahan di kalangan kaum muslimin,, Nabi SAW memberikan pelajaran bagi umatnya bahwa perasaan ujub akan amal shalih yang dimiliki adalah penyebab perpecahan ditengah orang Islam,,

Ujub menjadi penghalang naiknya manusia ke tingkat yang lebih tinggi, penawarnya hanya satu, belajarlah menghinakan diri kita, seperti yang dinasihatkan Abu Yazid Al-Busthomi kepada santrinya,,

اللّهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيدنا محمّد وعلى آله وأصحابه أجمعين

Wallahu a'lam bisshowab,,,
Semoga bermanfaat,,,
Aamiin aamiin aamiin,,..


Rabu, 16 Oktober 2019

Ikhlas Tokk, Ikhlas Yang Sempurna.

Belum sempurna IKHLASnya seseorang, jika ia masih berharap ganjaran atas amal baik ataupun ibadahnya..,,
masih berada pada tingkatan awam ikhlasnya jika melakukan kebaikan atau beribadah masih atas alasan untuk sesuatu bahkan ALLOH, karena bisa jadi masih ada peran ego atau nafsu yang menggerakan.,,
lalu Ikhlas model seperti apa yang "sempurna" .. ???
Monggo ngaji bareng-bareng, otak dan ilmu saya terlalu cetek jika membahas soal IKHLAS, bro.. maka dari itu saya mengutip kata-kata dari bolo saya yg mumpuni saja 'giehh,, bahwa iklas yang sempurna ialah keikhlasan yang ia tidak buat-buat, juga sadar dan pasrah sepenuhnya bahwa ALLOH-lah yang menggerakannya...
berbuat baik, ya berbuat saja, kepada siapapun tanpa pilih-pilih.,,
beribadah, ya ibadah saja, tanpa menuntut imbalan pahala dan sebagainya..,,
pahami konsep memberi adalah menerima, menerima adalah memberi.,,
Gitcu, Broo..,,
tidak berharap apa-apa, tidak merasa apa-apa..,
itulah ikhlas dalam pengabdian yang sempurna,, ikhlas TOKK,,
Wallohu a'lamu bi murodihi,,
(.., saya masih belajar melakukan IKHLAS yang sempurna, Bro ...)

Kamis, 03 Oktober 2019

Hatimu perlu piknik, Supaya tidak mudah MRACO-MRACO.

Makanya toh mumpung masih muda, baca buku yang banyak tentang apa saja, sering serawung sama tetangga dan teman,, dan yang paling penting, banyak-banyak lah PIKNIK yang jauh, kalau perlu sampai ke Akhirat,, wkwkckkkk.,,


Jangan "njubleg" di kampung aja, biar luas wawasannya, biar paham segala hal, biar gak gampang di apussi orang lain atau mungkin oleh teman mu sendiri, biar daya pikirmu gak terbatas, sehingga gak merasa paling pinter sendiri, juga gak gampang menyalah-nyalahkan apa yang di lakukan orang lain., jangan mudah MRACO-MRACO ngunu lhoo..,,


Agar bisa merasakan, bahwa Daging itu akan terasa lezat bukan hanya di Rendang saja, tapi juga di semur ala China, di gulai ala Malaka, dikari ala India, di kebab ala Turky, di bakar di tanah ala Aborigin, di panggang ala Eropa dan lain sebagainya,,


Dan juga agar bisa mengerti maksud orang lain, agar bisa merasakan pendapat orang lain, agar bisa memahami teman yang bersebrangan, agar bisa merasakan penderitaan ketika orang lain tersakiti, agar tetap bisa adil terhadap siapa saja, baik yang di cintai dan yang di benci...


Ayat-ayat Allah itu bukan yang tersurat saja, tapi juga yang tersirat, dan seluruh semesta ini adalah Kalamullah, yang perlu dipahami, agar kita sebagai manusia, dapat menjadi Khalifah Bumi yang baik,, teman yang baik, sahabat yang baik, sodara yang baik...,


Jangan merasa TAHU hanya dari KATANYA, dan merasa BISA hanya karena MENIRU...



Kamis, 26 September 2019

Ubanmu Pelecutmu.

Ubanmu pelecutmu..
Ragamu tak perlu bersolek, tapi jiwamu,Bro..
Biarkan ubanmu ada lalu rontok ke tanah..
Cepat, cepat lah bergegas..
Daun akan rontok dan jatuh ke tanah..
Mega merah akan menghilang..
Embun akan segera mengering..
Cakrawala mu akan Segera larut membaur terburai..
Lalu tubuh mu terhenti di sini, tapi tidak jiwamu, Bro..
Ubanmu pelecut sembahyangmu..


Selasa, 10 September 2019

Akulah suamimu, sahabatmu, saudaramu dan kekasihmu,,

Akhlak lelaki itu bisa di lihat bagemana cara dia memperlakukan wanita,, dan akhlak suami itu bisa di lihat bagemana cara dia memperlakukan istrinya,,

Seorang lelaki yg baik akan selalu menghormati wanita,, dan seorang suami yg baik akan selalu memuliakan istrinya,,

Seorang lelaki terhormat tak akan pernah mempermainkan wanita,, dan seorang suami terhormat tak akan menyakiti hati istrinya,,

ARRIJALU QOWWAMUNA 'ALAN NISAA
(lelaki itu pemimpin bagi kaum wanita)

Selama engkau tetap menjadi AN NISA ku,,, maka aku akan selalu menjadi AR RIJAL mu,,,

Maka aku akan bersikap sebagai pemimpin yg baik,, 
Maka aku akan memperlakukan wanita ku dgn baik,, 
Maka aku akan membimbing wanita ku dgn baik, , 
Maka aku akan menghormati wanita ku dgn baik,,

Akulah suamimu sekaligus sahabatmu, sodaramu dan kekasihmu..

Sebagaimana aku menghormati IBU ku yg tak lain adalah seorang wanita juga, ,

Mengertilah wahai wanita ku,, wahai istri ku, ,,,


Jumat, 21 Juni 2019

Perantara

Hidayah itu adalah hak 'prerogatif'nya GUSTI ALLOH, DIAlah yang berkehendak siapa-siapa yang mendapat petunjuk, juga siapa-siapa yang terhijabi dari petunjuk...

Perlu dipahami bahwa seorang GURU bukanlah perantara antara seorang murid dengan TUHANnya, apalagi pemberi hidayah... Tetapi tugas guru adalah sebagai pembimbing para murid untuk menuju hakikat Tuhannya...

Salah satu bentuk keangkuhan atau kesombongan seseorang yang kadang sulit di sadari adalah ketika ia tidak mau berguru, padahal sejatinya ia masih sangat butuh bimbingan guru...

Hatinya tercemar oleh ego "merasa bisa" dan mampu tanpa bimbingan guru... kesombongan itulah yang akan menutup juga menjauhkannya dari kesejatian Tuhan...

Tetaplah Nyantri, Broo.... karena itu kewajiban dari kita lahir sampe ajal menjemput kita..

Menuntut Ilmu itu dari kita lahir sampai kita ke liang qubur. (Al hadist)


Sabtu, 18 Mei 2019

Neraka itu ada bungkus nya, Bro...

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum, Bro...
Piye kabare..? Ijeh dong poso tohh..??
Semoga kita semua tetep dalam naungan hidayahNya.. sehingga kita tetep bisa menjalani ibadah puasa, baik diri dan jiwa kita..
Sing poso kuwi yo rogo ne yo sukmo ne yoo.. Sa paket yo, Bro....

Ngene, Bro.. Dalam sebuah hikayat yg di tuturkan oleh Al Imam Al-Ghazali Radhiyallahu Anhu dalam kitab Mukasyafatul Qulub di ungkapkan bahwa ketika Gusti Alloh Subhanahu wa ta'ala selesai menciptakan neraka, para malaikat yg menyaksikan berkomentar bahwasanya tidak akan ada satupun dari kalangan umat manusia yg tertarik untuk mendekat pada neraka,, apalagi sampe sengaja mencemplungkan diri di dalamnya...

Akan tetapi Gusti Alloh Subhanahu wa taala kemudian berfirman: "...Sek sek, sebentar,, lihat dulu bungkus nya..."
Rupanya Gusti Alloh sengaja membungkus neraka itu dengan segala sesuatu yg sangat enak, menyenangkan dan cocok bagi selera nafsu manusia,, maka karena itulah kemudian bisa di mengerti kenapa banyak manusia yg berbondong-bondong mendekat pada neraka,, bahkan tidak segan-segan mereka mencebur ke dalamnya,,,
Na'udzubillahi tsumma Na'udzubillahi,,,

Jadi di éling-eling yo, Bro... nek kapan Ono sesuatu sing enak dan menyenangkan Ojo langsung di babat Yo, Bro,,, tapi di pilah-pilah sek,, Iki asli min Fadhli Robby opo mung bungkusé neroko...???

Sekian dan mator nuwun...
Wal afwu minkum,, 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...



Jumat, 03 Mei 2019

Iki Mafhum Mukholafah e

Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya "Tahqîqul Amal fî Mâ Yanfa’ul Mayyita minal A’mâl" memberikan pemahaman lewat sebuah hadits shahih yang berbunyi:

أَنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

“Bahwa sesungguhnya mayit itu dapat disiksa sebab tangisan keluarganya.”

Hadits di atas menunjukkan bahwa ternyata orang yang masih hidup itu dapat memberikan pengaruh siksa kepada si mayit atas kuasa Allah. Sedang Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih.
Jika Allah memberikan adzab siksa kepada si mayit sebagai konsekuensi dari perbuatan keluarganya di dunia, maka bukankah mungkin jika Allah juga menyampaikan kenikmatan kepada si mayit sebab amal shalih yang dilakukan keluarganya?

Demikianlah mafhum mukhalafah (logika sebaliknya) yang dipaparkan oleh Abuya Sayyid Muhammad al-Mliki.

Jadi tetep bersamangat ke Kuburan yaa , Bro.....
Beliau semua yang sudah bersemayam di kuburan pasti senang dan bahagia jika kita menziarahi nya dan mendo'akan nya.... In sya Alloh....

اللّممّ إغفرلهم وارحمهم وآفهم واعف عنهم وأكرم نزلهم ووسّع مدخلهم
آمين آمين آمين يارب العالمين



Selasa, 30 April 2019

Manusia manusia kita.

Menjadi manusia itu ...
اياك والناس...ولا بد لك من الناس...لان الناس هم الناس
" iyaakawannaas, walabudda laka minannaas, Lianannaasa humunnaas "

~ iyyakawannaas takutlah kamu ketika bertaut gaul dengan manusia ( jaga hak dan kewajibannya ).
~ wala buddalaka minanaas : dan memang tidak bisa tidak kamu harus bertaut dengan manusia ( tidak ada manusia yang tidak butuh kepada manusia yang lain, pasti setiap manusia saling membutuhkan, dan itulah kenapa manusia disebut makhluk sosial )
~ kenapa harus menjaga hak dan adab kepada manusia ? Lianannaas humunnaas : karena manusia adalah manusia ( oleh karenanya harus bisa memanusiakan manusia ).
Dan..sesungguhnya, sodaraa......
خير الناس أنفعهم للناس
khoirunnas anfa'uhum linnas.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain".
Maka,,Jadilah bermanfaat untuk semua manusia di dunia ini,, ora peduli non muslim, ora peduli bajingan, ora peduli musuh, ora peduli bolo, ora peduli mbah kiyai, ora peduli bakul obat, lan sanesipun....



Kamis, 18 April 2019

Belom ada judul.

"Telah kutumpahkan air mata untuk memohon pada Allah SWT. Telah kubaca zikir demi zikir, shalawat demi shalawat, dan ragam kalimat thoyyibah..."

"Tapi kau merasa pintamu tak diijabah Allah SWT ?" potong Kiai Tawakkal.

"Enggèh, Kiai" jawab Kang Aqiel

"Lantas sekarang kau mau apa ? Protes pada Allah ?"

Kang Aqiel diam. 
"Mohon nasehatnya,Kiai. Rasanya seperti memikul gunung Nogo menerima takdir ini.. Berat, berat, dan sungguh berat"

Kiai Tawakkal tertawa.
"Gusti Allah SWT. tak bisa kau dikte dengan kemauanmu. Ia tahu yang terbaik untukmu. Ia peluk engkau tanpa kau sadari. Kau harus bersyukur bahwa Allah SWT adalah Tuhanmu yang memilih kebaikan untukmu dengan ragam ketatapanNya. Kau harus bersyukur bahwa Gusti Allah SWT. bukanlah seperti bayanganmu yang bisa kau sogok dengan rangkaian amaliah yang menurutmu shalih, entah itu ritual zikir, shalawat, dan hal-hal lain. Kau lupa dan menganggap dirimu segalanya dengan amal-amal itu !
Bukankah zikirmu, shalawatmu, shalatmu, dan semuanya ada dalam kuasaNya. Ada dalam keMahaanNya ? Lantas apa yang membuatmu merasa bisa segalanya. 
Misal kau shalat, itu bukan kebutuhan Allah tapi kebutuhan rohanimu. Sebab kebutuhan jiwa dan rohanimu dicukupi oleh Allah. Jadi kau harus bersyukur ketika Allah memberikan kesempatan padamu untuk shalat....

Senantiasa berhusnuddzonlah pada Gusti Allah SWT !
Segala yang kau rasakan saat ini anggap saja sebagai anugrah Allah yang hendak menggemilangkan kalbu syukurmu, sabarmu, dan ihlasmu !
Kelak anugrah terbaik akan kau terima beriring dengan kesiapan lahir batinmu. Paham ?"

"Nggeh Kiai"


Sabtu, 23 Februari 2019

Pasar Gelap UstazD

Saya berkali-kali menyampaikan, hati-hati mencari ustaz. Jangan sembarangan mengundang orang untuk mengisi pengajian, memanggil dia ustaz, apalagi menyebutnya sebagai ulama.,,
Saya perlu semakin serius mengingatkan hal ini. Karena semakin banyak orang-orang yang hanya bermodal bisa pidato, berbaju gamis, mengumpat sana-sini diundang kemana-mana, dipanggil ustaz. Hafal satu dua ayat al-Quran dan hadis cukup menjadi modal.
Pasar gelap ustaz ini biasanya dihuni dua kelompok besar. Pertama, para muallaf. Beberapa muallaf, meskipun tidak punya ilmu keislaman yang cukup, tiba-tiba dia menjadi ustaz karena modal bisa pidato. Yang paling banyak diceramahkan biasanya menjelek-jelekkan keyakinan lamanya. Dia ingin menunjukkan sekarang sudah mendapat "hidayah". Tak lupa, biasanya juga menebar ketakutan, bahwa agama lamanya itu menjadi ancaman terhadap Islam. Kalau melihat orang seperti ini, saya sering jengkel sendiri, membayangkan kalau ada orang keluar dari Islam kemudian menjelek-jelekkan Islam dalam komunitas agamanya yang baru. Orang-orang seperti ini yang biasanya menaikkan ketegangan muslim dan non muslim.,,
Kedua, orang-orang yang dulu jauh dari Islam, suka maksiat dan sebagainya, kemudian berubah menjadi lebih religius, mengubah penampilan dan sebagainya. Orang-orang seperti ini biasanya menyebut diri sebagai orang yang sudah "hijrah". Modal kegelapan masa lalu dieksploitasi, seolah sekarang sudah benar-benar hidup dalam terang. Dengan modal bisa pidato, punya tim media sosial untuk menaikkan popularitasnya, mereka tiba-tiba dipanggil ustaz dan dijadikan rujukan dalam beragama.,,
Duakelompok ini, intinya sama. Mereka tidak punya otoritas keagamaan, tapi dimanjakan oleh situasi. Mareka memanfaatkan media sosial untuk marketing. Yang saya heran, orang-orang seperti ini banyak yang tidak tahu diri soal kapasitas keislamannya.,, Na'udZubillahi min dzalika...
pasar gelap ustaz ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama, Islam memang longgar dan tidak ada lembaga yang melakukan "standarisasi" keulamaan seseorang. Pasar ustaz dalam Islam sangat terbuka. Semua sangat tergantung pada "pasar". Jika Anda populer, ceramahnya disukai orang, maka Anda bisa masuk dalam pasar keulamaan ini, Bro..
Kedua sekarang banyak sarana yang bisa digunakan untuk branding. Jika dulu, untuk menjadi ustaz atau ulama membutuhkan waktu untuk diakui masyarakat, sekarang pengakuan itu bisa dilakukan dengan instan. Yang penting populer di medsos, itu sudah cukup.,, Sampun cekap, para Sodara.....!!
Siapa yang menjadi korban dari pasar gelap ini? ya masyarakat Islam sendiri. Orang-orang ini bicara atas nama Islam, padahal dia sama sekali tidak punya otoritas ilmu dan moral. Saya tak perlu menyebut nama sebagai contoh. Sekarang ini, masyarakat Islam suka marah-marah, sebagian merupakan hasil dari pasar gelap itu. Benar kata ahli yang mengatakan, di era disrupsi informasi maka akan lahir era matinya keahlian (death of expertise). Yang menjadi rujukan masyarakat bukan orang-orang yang punya otoritas, tapi orang yang terkenal, terutama di media sosial. Lihat saja survey-survey tentang tokoh-tokoh agama yang mereka ikuti, sebagian adalah orang-orang yang lain di pasar gelap ustaz itu
Masyarakat harus dididik agar mempunyai literasi keualamaan. Kalau mau menuntut ilmu keislaman, belajarlah pada orang-orang yang gurunya jelas, sanad ilmunya juga jelas. Jangan terpesona dengan tampilan luar. Saya senang, sekarang masyarakat sudah mulai kritis dan berani mempertanyakan ustaz yang menebarkan kebencian dimana-mana. Hanya masyarakat seperti ini yang bisa menghentikan pasar gelap itu..
Innama yakh'syalloohumin ibadihill ulamaa...
Wallohu a'lamubimurodihi.....


Kamis, 14 Februari 2019

Berkah Kiyai Doa Terqobul.

Di bawah ini adalah beberapa do'a Jawa yang di ajarkan para ulama sepuh kita...
Allohumma Ighfir Lana walahum war'hamna walahum..
Aamiin..

1. KH. Ahmad Abdul Haq meriwayatkan bahwa KH. Dalhar Watucongol Magelang mempunyai doa agar tekun bekerja dan diberi kelapangan rizki.

“Allahumma ubat-ubet, biso nyandang biso ngliwet. Allahumma ubat-ubet, mugo-mugo pinaringan slamet. Allahumma kitra-kitri, sugih bebek sugih meri. Allahumma kitra-kitri, sugih sapi sugih pari.”

(Allahumma ubat-ubet, punya baju punya nasi. Allahumma ubat-ubet, semoga diberi selamat. Allahumma kitra-kitri, kaya bebek dan anaknya. Allahumma kitra-kitri, kaya sapi kaya padi)

2. KH. Achmad Chalwani Nawawi mempunyai doa yg terkait dgn keamanan.

“Bismillahirrahmānirrahim. Kun Fayakun, rinekso dhening Allah, jinogo dhening moloekat papat, pinayungan dhening poro nabi, Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.”

(Bismillahirrahmanirrahim. Kun Fayakun, dikehendaki oleh Allah, dijaga oleh 4 malaikat, dipayungi oleh para Nabi, Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah)

3. KH. Ma’ruf Kedunglo mempunyai doa suwuk untuk bekal pasukan Hizbullah dan ditiupkan ke air.

“Allahumma sallimnaa minal bom wal bedil wal bunduq wal martil wa uddada hayatina”

(Ya Allah selamatkan kami dari bom dan senapan dan meriam dan jagalah hidup kami)

4. KH. Bisri Musthofa meriwayatkan doa dari KH. Kholil Kasingan Rembang sebuah doa agar berhasil menyapih bayi.

“Bismillahirrahmanirrahim. Cerma ratu, si bayi laliyo duduh susu, ilingo sego lan banyu, adem asrep, saking Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah”

(Bismillahirrahmaanirrahiim, Cerma ratu, si bayi lupakan air susu, ingatlah nasi dan air, adem asrep, dengan kehendak Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah)

5. KH. Bisri Musthofa juga meriwayatkan doa dari KH. Ma’ruf Kedunglo, doa agar orator dan orang berpidato diberi kelancaran.

“Bismillahirrahmanirrahim, sang manik cemar uripmu wus kacekel. Diluk dingkul katungkul dingkul
(diwoco ping 3 tanpo ambekan)
Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah”

(Bismillahirrahmaanirrahim, sang manik cemar hidupmu sudah kupegang.
Diluk dingkul katungkul dingkul (dibaca 3 kali tanpa bernafas) Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasulullah”.

Dari sini, kita tidak perlu takut atau ragu berdoa. Gunakan bahasa apapun yg kita bisa, yakin kepada Allah SWT akan menerimanya.
Wallohu A'lam...

Semoga bermanfaat , Broo.,,,


Kamis, 31 Januari 2019

Berbeda itu ROHMAH, ora kudu Podo, Broo,,

Beda Itu Biasa
Apa jadinya jika isi dunia ini sama ? Apa jadinya jika wajahku, wajahmu, wajah kita semua sama ? Apa jadinya jika pangkat dan jabatan semua manusia sama ? Apa jadinya jika harta kekayaan kita jumlahnya sama ? Apa jadinya, apa jadinya, apa jadinya jika tidak ada yang berbeda ?
Nah loh !
Misal ya !
Jika yang ada di dunia wajahku dan wajahmu sama. Wajah istriku dan istrimu sama. Wajah serta postur dan karakter anakku dan anakmu sama. Apa tidak mumet kepalaku, kepalamu, kepala istriku, kepala istrimu, kepala anakku, maupun kepala anakmu.
Silahkan bayangkan contoh yang lain.
Ahir-ahir ini ada banyak orang yang belum siap dngan kebhinekaan, belum siap dengan perbedaan, belum dewasa menghadapi keberagaman, dan belum mengerti arti kemajemukan.
Sikap belum siap berbeda terjadi di semua lini kebidupan. Dalam beragama, berpolitik, berprofesi, dan seterusnya sering orang ingin satu warna. Bahkan memaksa untuk sewarna. Karena keinginan berseragam dalam semua lini ditunggangi oleh ego, akibatnya juga menimbulkan sikap yang kacau. Biasanya, yang tidak sewarna, tidak sealiran, dan tidak sepilihan dianggap sebagai musuhnya. Meskipun di antara mereka ada pertalian darah.
Yang cukup unik, keinginan menyeragamkan sesuatu itu juga merasuk dan bertahta di dada orang-orang yang beragama untuk menyamakan amaliah furuiyah ibadahnya. Dan ini terjadi di semua agama. Dalam agama saya, Islam, pun lahir aliran-aliran yang berbeda-beda. Tak jarang perbedaan ini menghadirkan benturan yang tajam. Satu kelompok menuduh kelompok lain sesat. Tuduhan itu dibalas dengan tuduhan lain yang tak kalah sadis. Misal, kafir, musrik, ahli neraka dan seterusnya.

Dulu saya juga sempat berfikir. Masak umat Islam yang satu nabi dan satu kitab suci tidak bisa seragam dalam ibadah ? Rasa penasaran itu terjawab dengan ditemukannya sabda Rasulullah saw yang beragam dalam menanggapi satu kejadian. Dalam al Quran pun para mufassir sering berbeda dalam menafsirkan ayat yang sama. Dalam fikih, madzhab-madzhab para imam pun berbeda-beda. Dari sana saya temukan jawaban bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah atau ketetapan Allah ! Kekecewaan akan dirasa demikian menyakitkan bagi yang ingin menyeragamkan segala sesuatu.
Dalam beragama, saya menyikapi perbedaan dengan simple. Selama rukun iman dan rukun islam kita sama, maka kita adalah saudara. Perkara ibadah furuiyah, ya tak apa berbeda !
Dan yang paling penting,,!!! Mari berbeda tanpa mencela. Mari berlainan pilihan namun jangan merendahkan.,,
Wiss,, paham Tohh,,???



Jumat, 04 Januari 2019

Ummatan Hyokyok'oo

Umat Islam di Indonesia ini joss dalam hal menciptakan materi diskusi. Waktu natal, temanya ya natal. Tahun baru, judulnya ya tahun baru. Giliran maulid Nabi saw, temanya ya maulid Nabi saw, dstnya.
Asyik kan hidup di Indonesia...... 
Dan yang garang-garang dari mereka adalah yang baru-baru belajar agama. Sehingga dengan kegarangannya merasa lebih baik, lebih shalih, lebih takwa, dan lebih layak diikuti pendapatnya. Kadang saking garangnya lupa masa lalu yang sudah dilewatinya..... Haddeehh.... 
Terhadap yang demikian itu saya sering menjuluki *ummatan koyo hyokyok'oo*. Dan tahun baru di  tahun 2019 ini, amati saja, rata-rata kids-kids jaman now yang mengharamkan kembang api, tiup terompet, dan seterusnya adalah mereka yang dulu aktif meramaikan. Sementara yang dari awal menganggap tahun baru sebagai pergantian yang biasa dan dijadikan momen introspeksi serta bersyukur sikapnya ya biasa-biasa saja.... 
Oh ya, rata-rata dari kids-kids itu dangkal ilmu agamanya. Baca al Quran saja kadang grotal-gratul. Apalagi menguasai ilmu-ilmu lain. Daripada teriak-teriak merasa lebih baik, mbok ya belajar agama saja pada ulama' yang betul-betul 'alim. Latihan menata hati agar tak mudah benci. Latihan mengenal dakwah dan seterusnya....
Mbok ojo hyokyok'oo ngunu ahh, Bro....



Kamis, 06 Desember 2018

Debat Itu Jangan Marah Marah,, Slow, Bro..

●Debat Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal tentang orang yang meninggalkan shalat.

Dalam kitab Tadzkirah al-Auliya’, Fariduddin Attar merekam diskusi Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal tentang kedudukan orang yang meninggalkan shalat. Diceritakan:

أنه ذهب أحمد بن حنبل إلي أنّ تارك صلاة واحدة عمدا يكفر, عملا بظاهر الحديث: (من ترك صلاة متعمّدا فقد كفر). قال له الشافعي رضي الله عنه: إذا ترك أحد صلاة عمدًا وكفر كما هو مذهبك, كيف يعمل ليرجع إلي الإسلام؟ قال: يصلي. قال الشافعي رضي الله عنه: فكيف تصحّ الصلاة من الكافر؟! فانقطع أحمد عن الكلام.

Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan orang yang meninggalkan shalat satu kali saja dengan sengaja, dia dihukumi kafir. Dasarnya adalah zahir teks hadits: “Barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja, dia telah kafir.”

Imam Syafi’i berkata kepadanya: “Jika seseorang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dihukumi kafir seperti madzhabmu (pendapatmu), bagaimana cara orang tersebut kembali pada Islam?”

Imam Ahmad bin Hanbal menjawab: “Melakukan shalat.”

Imam Syafi’i berkata lagi: “Bagaimana mungkin shalat orang kafir dipandang sah?!”

Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal diam, tidak mengatakan apa-apa lagi. (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliyâ’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashîliy al-Wasthâni al-Syâfi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 272).

Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dalam dunia akademik. Jika tidak ada perbedaan pendapat, khazanah keilmuan kita tidak akan sekaya ini. Kitab-kitab keagamaan akan terlihat ramping. Tidak ada kitab yang berjilid-jilid dan kaya informasi. Dari sudut pandang ini, perbedaan pendapat adalah rahmat, bentuk kasih sayang Tuhan yang Maha Berpengetahuan kepada umat manusia. Tinggal bagaimana kita melestarikannya.

Kisah di atas mengajarkan kita pentingnya untuk mengetahui bagaimana proses hukum fiqih terjadi. Misalnya hadits riwayat Imam Muslim yang mengatakan, “al-ghuslu yaum al-jum’ah wâjibun ‘ala kulli muhatalimin—mandi hari jumat wajib bagi setiap muslim yang telah baligh.”

Zahirnya jelas mengatakan kewajiban mandi Jumat, tapi mayoritas ulama menghukuminya sunnah, meski ada juga yang menghukuminya wajib seperti Madzhab Dzahiri. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena ulama tidak gegabah mengambil kesimpulan tanpa melakukan telaah mendalam. Dalam kasus mandi Jumat, para ulama harus mempertimbangkan zahir hadits lainnya.

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنِ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ

“Barangsiapa yang berwudlu di hari jumat maka cukup baginya dan baik. Barangsiapa yang mandi jumat, maka mandi itu lebih utama.” (H.R. Imam Tirmidzi dan Imam Abu Daud)

Atas dasar hadits di atas, mayoritas ulama mengatakan bahwa mandi Jumat hukumnya sunnah, bukan wajib. Begitupun dengan diskusi Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal tentang kedudukan orang yang meninggalkan shalat.

Imam Syafi’i tentunya tahu dasar argumentasi Imam Ahmad bin Hanbal. Tapi Ia pun tidak bisa mengabaikan hadits tentang larangan mudahnya mengkafirkan orang (HR. Imam Muslim): “man da’â rajulan bi al-kufr aw qâla ‘aduwwa Allah wa laisa kadzalik illâ hâra ilaih—barang siapa yang mendakwa seseorang dengan kekufuran, atau menyebutnya musuh Allah, sedangkan dia tidak seperti itu, hal tersebut akan kembali pada yang mengucapkannya.”

Dalam Madzhab Syafi’i, orang yang meninggalkan shalat bisa dikatakan kafir ketika dia meninggalkannya karena mengingkari kewajiban shalat (jâhidan li wujûbihi). Akan tetapi, jika meninggalkannya karena malas (kaslan) dan menyepelekan (tahâwun), orang tersebut tidak dihukumi kafir, tetapi berdosa. (Fariduddin Attar, 2009, 272).

Karena itu sangat penting untuk memahami keragaman hukum fikih untuk memperluas pengetahuan kita. Orang yang berpengetahuan luas, biasanya tidak akan mempersulit tapi mempermudah, seperti kisah ulama-ulama kita di masa lalu. Memberikan hukum yang paling mudah untuk masyarakat umum, dan memberikan hukum yang paling berat untuk dirinya sendiri.

Kisah di atas mengajarkan kita beberapa hal. Pertama, jangan mudah menyalahkan amalan orang lain, siapa tahu dia mempunyai dasar hukum dalam amalannya itu. Kedua, pentingnya mempelajari mekanisme pengambilan hukum fiqih (ushul fiqih), agar pemahaman kita terhadap zahir teks lebih dekat dengan pemahaman yang benar.

Ketiga, pentingnya mengetahui keragaman pendapat ulama. Ketika perbedaan pendapatnya masih dalam wilayah furu’iyyah, tidak perlu menyalahkan satu sama lain. Setiap pendapat memiliki dasarnya sendiri-sendiri.

Tergantung pada kekuatan nalar kita. Kita diberi kebebasan untuk memilih mana pendapat yang lebih kuat, meski belum tentu pendapat yang menurut kita lebih kuat, lebih benar dari pendapat lainnya.

Keempat, pintu taubat selalu terbuka. Imam Syafi’i enggan menyebut orang yang meninggalkan shalat sebagai orang kafir. Ia memandang semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk kembali kepada Allah. Pendekatannya tidak menakuti orang-orang yang terlanjur bermaksiat, tapi merangkul mereka.

Kelima, mencari kebenaran, bukan kemenangan. Pada akhir diskusi, Imam Ahmad bin Hanbal diam. Artinya, Ia membenarkan pendapat Imam Syafi’i. Ia tidak ngotot mempertahankan pendapatnya, tapi menerimanya dengan tidak melakukan bantahan. Karena yang mereka cari dari debat atau diskusi tersebu bukanlah kemenangan atau kemewahan intelektual, melainkan kebenaran.

PERTANYAANNYA.... SEBERAPA BANYAK KITA LUANGKAN WAKTU KITA UNTUK BELAJAR DENGAN GURU YANG BENAR-BENAR MUMPUNI....?? JIKA BELUM,, KENAPA KITA MUDAH MENGOMENTARI WILAYAH DI LUAR KEAHLIAN KITA, BAHKAN MENYALAHKANNYA...!!
SEMOGA KITA SEMUA TERHINDAR DARI HAL TERSEBUT.. AAMIIN... 

Sabtu, 24 November 2018

2 Umar Yang Hebat Dan 1 Umar,, Saya..

Ada 2 UMAR dalam sejarah Islam, yang dikenal dan dikenang sebagai Khalifah yg JUJUR, TEGAS, BIJAKSANA serta sangat teguh dalam AKIDAH.. Dan saya adalah salah satu dri beribu ribu orang yang suka, hurmat dan takdzim kepada beliau,, sehingga nama ku ta tambahi UMAR..... 

Yang pertama tentu saja Umar bin Khatab (RA), Khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ashsiddiq (RA), dan yang kedua adalah Umar bin Abdulazis, Khalifah ke 8 keturunan Umayyah.

Tak perlu dikisahkan tentang kedua Umar tersebut, karena perilaku mereka sudah begitu termasyur, bahkan mudah dicari literatur tentang kiprah mereka. Subhanalloh.. 

Yang menarik adalah, kedua tokoh hebat yang dikisahkan telah membawa kejayaan Islam serta kesejahteraan umat itu, wafat karena DIBUNUH.. 
😱😱😱

Umar bin Khatab wafat ditikam saat menjadi Imam Sholat Shubuh, oleh Abu Lu'lu'ah, tokoh Majusi yang menyusup diantara kaum Muslimin karena dendam, sebab kaum Majusi di Persia telah dikalahkan oleh pasukan Muslim, sehingga banyak orang Majusi yang kemudian menjadi Muslim.

Sedangkan Umar bin Abdul Azis wafat diracun oleh kerabatnya sendiri, karena kebijakan-kebijakannya Yang tidak berpihak pada kepentingan keluarga (Bani Umayyah), dan lebih mementingkan kepentingan umat.

Dari kisah beliau berdua di atas, dapat lah SAYA ambil kesimpulan,, bahwa ketika kita ada rasa TIDAK SUKA kepada Pemimpin, terkadang kita perlu merenung atau berpikir, benarkah Pemimpin itu layak untuk TIDAK DISUKAI karena "buruk", atau karena kita yang BELUM SIAP dengan kepemimpinannya, karena kepentingan-kepentingan kita terganggu dan merasa tersingkirkan....???

Monggo di renungi,, sambil ngopi item 'giehh....