Rabu, 11 Agustus 2021
Kenalilah Dirimu, Maka Kau Akan Tau Siapa Setan Sebenarnya.
Sabtu, 12 Juni 2021
Ini soal suka dan benciku.
Senin, 29 Maret 2021
JIHAD UNTUK TETAP HIDUP
Kamis, 09 Juli 2020
" Urip Iku Urup - Hidup Itu Menghidupi "
Hidup itu sederhana saja,Bro.. yaitu asal tidak maksiat dan bermanfaati kepada orang banyak,,
Posisi apapun sama sekali bukan tujuan,,, tidak menjadi apapun juga tidak masalah,,, tidak di kenal orang juga tidak masalah juga,, tidak di akui keberadaannya juga tidak masalah,, tidak di hormati juga tidak masalah,, justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang 'kan malah lebih leluasa dan santai.,,
Mendapatkan penghormatan bukan bukti kesuksesan.,, Menghormati belum tentu karena betul2 memiliki rasa hormat,,.
Bisa saja orang menghormati kita karena takut, karena di haruskan, karena mereka bekerja untuk kita,
mereka butuh sama seperti kita, atau supaya terlihat pantas saja.,,
Hidup gak usah di buat sulit, gak usah “ruwet” ,,
Asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang, serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup.,,
Itu saja sudah cukup, Bro....
Selasa, 19 November 2019
Penyebab Hati Gelisah, Meski Rajin Ngibadah.
Rabu, 16 Oktober 2019
Ikhlas Tokk, Ikhlas Yang Sempurna.
Kamis, 03 Oktober 2019
Hatimu perlu piknik, Supaya tidak mudah MRACO-MRACO.
Kamis, 26 September 2019
Ubanmu Pelecutmu.
Selasa, 10 September 2019
Akulah suamimu, sahabatmu, saudaramu dan kekasihmu,,
Jumat, 21 Juni 2019
Perantara
Perlu dipahami bahwa seorang GURU bukanlah perantara antara seorang murid dengan TUHANnya, apalagi pemberi hidayah... Tetapi tugas guru adalah sebagai pembimbing para murid untuk menuju hakikat Tuhannya...
Salah satu bentuk keangkuhan atau kesombongan seseorang yang kadang sulit di sadari adalah ketika ia tidak mau berguru, padahal sejatinya ia masih sangat butuh bimbingan guru...
Hatinya tercemar oleh ego "merasa bisa" dan mampu tanpa bimbingan guru... kesombongan itulah yang akan menutup juga menjauhkannya dari kesejatian Tuhan...
Tetaplah Nyantri, Broo.... karena itu kewajiban dari kita lahir sampe ajal menjemput kita..
Menuntut Ilmu itu dari kita lahir sampai kita ke liang qubur. (Al hadist)
Sabtu, 18 Mei 2019
Neraka itu ada bungkus nya, Bro...
Jumat, 03 Mei 2019
Iki Mafhum Mukholafah e
Jadi tetep bersamangat ke Kuburan yaa , Bro.....
اللّممّ إغفرلهم وارحمهم وآفهم واعف عنهم وأكرم نزلهم ووسّع مدخلهم
آمين آمين آمين يارب العالمين
Selasa, 30 April 2019
Manusia manusia kita.
اياك والناس...ولا بد لك من الناس...لان الناس هم الناس
" iyaakawannaas, walabudda laka minannaas, Lianannaasa humunnaas "
~ iyyakawannaas takutlah kamu ketika bertaut gaul dengan manusia ( jaga hak dan kewajibannya ).
Kamis, 18 April 2019
Belom ada judul.
Sabtu, 23 Februari 2019
Pasar Gelap UstazD
Saya perlu semakin serius mengingatkan hal ini. Karena semakin banyak orang-orang yang hanya bermodal bisa pidato, berbaju gamis, mengumpat sana-sini diundang kemana-mana, dipanggil ustaz. Hafal satu dua ayat al-Quran dan hadis cukup menjadi modal.
Pasar gelap ustaz ini biasanya dihuni dua kelompok besar. Pertama, para muallaf. Beberapa muallaf, meskipun tidak punya ilmu keislaman yang cukup, tiba-tiba dia menjadi ustaz karena modal bisa pidato. Yang paling banyak diceramahkan biasanya menjelek-jelekkan keyakinan lamanya. Dia ingin menunjukkan sekarang sudah mendapat "hidayah". Tak lupa, biasanya juga menebar ketakutan, bahwa agama lamanya itu menjadi ancaman terhadap Islam. Kalau melihat orang seperti ini, saya sering jengkel sendiri, membayangkan kalau ada orang keluar dari Islam kemudian menjelek-jelekkan Islam dalam komunitas agamanya yang baru. Orang-orang seperti ini yang biasanya menaikkan ketegangan muslim dan non muslim.,,
Kedua, orang-orang yang dulu jauh dari Islam, suka maksiat dan sebagainya, kemudian berubah menjadi lebih religius, mengubah penampilan dan sebagainya. Orang-orang seperti ini biasanya menyebut diri sebagai orang yang sudah "hijrah". Modal kegelapan masa lalu dieksploitasi, seolah sekarang sudah benar-benar hidup dalam terang. Dengan modal bisa pidato, punya tim media sosial untuk menaikkan popularitasnya, mereka tiba-tiba dipanggil ustaz dan dijadikan rujukan dalam beragama.,,
Duakelompok ini, intinya sama. Mereka tidak punya otoritas keagamaan, tapi dimanjakan oleh situasi. Mareka memanfaatkan media sosial untuk marketing. Yang saya heran, orang-orang seperti ini banyak yang tidak tahu diri soal kapasitas keislamannya.,, Na'udZubillahi min dzalika...
pasar gelap ustaz ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama, Islam memang longgar dan tidak ada lembaga yang melakukan "standarisasi" keulamaan seseorang. Pasar ustaz dalam Islam sangat terbuka. Semua sangat tergantung pada "pasar". Jika Anda populer, ceramahnya disukai orang, maka Anda bisa masuk dalam pasar keulamaan ini, Bro..
Kedua sekarang banyak sarana yang bisa digunakan untuk branding. Jika dulu, untuk menjadi ustaz atau ulama membutuhkan waktu untuk diakui masyarakat, sekarang pengakuan itu bisa dilakukan dengan instan. Yang penting populer di medsos, itu sudah cukup.,, Sampun cekap, para Sodara.....!!
Siapa yang menjadi korban dari pasar gelap ini? ya masyarakat Islam sendiri. Orang-orang ini bicara atas nama Islam, padahal dia sama sekali tidak punya otoritas ilmu dan moral. Saya tak perlu menyebut nama sebagai contoh. Sekarang ini, masyarakat Islam suka marah-marah, sebagian merupakan hasil dari pasar gelap itu. Benar kata ahli yang mengatakan, di era disrupsi informasi maka akan lahir era matinya keahlian (death of expertise). Yang menjadi rujukan masyarakat bukan orang-orang yang punya otoritas, tapi orang yang terkenal, terutama di media sosial. Lihat saja survey-survey tentang tokoh-tokoh agama yang mereka ikuti, sebagian adalah orang-orang yang lain di pasar gelap ustaz itu
Masyarakat harus dididik agar mempunyai literasi keualamaan. Kalau mau menuntut ilmu keislaman, belajarlah pada orang-orang yang gurunya jelas, sanad ilmunya juga jelas. Jangan terpesona dengan tampilan luar. Saya senang, sekarang masyarakat sudah mulai kritis dan berani mempertanyakan ustaz yang menebarkan kebencian dimana-mana. Hanya masyarakat seperti ini yang bisa menghentikan pasar gelap itu..
Innama yakh'syalloohumin ibadihill ulamaa...
Kamis, 14 Februari 2019
Berkah Kiyai Doa Terqobul.
Kamis, 31 Januari 2019
Berbeda itu ROHMAH, ora kudu Podo, Broo,,
Dulu saya juga sempat berfikir. Masak umat Islam yang satu nabi dan satu kitab suci tidak bisa seragam dalam ibadah ? Rasa penasaran itu terjawab dengan ditemukannya sabda Rasulullah saw yang beragam dalam menanggapi satu kejadian. Dalam al Quran pun para mufassir sering berbeda dalam menafsirkan ayat yang sama. Dalam fikih, madzhab-madzhab para imam pun berbeda-beda. Dari sana saya temukan jawaban bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah atau ketetapan Allah ! Kekecewaan akan dirasa demikian menyakitkan bagi yang ingin menyeragamkan segala sesuatu.
Jumat, 04 Januari 2019
Ummatan Hyokyok'oo
Kamis, 06 Desember 2018
Debat Itu Jangan Marah Marah,, Slow, Bro..
SEMOGA KITA SEMUA TERHINDAR DARI HAL TERSEBUT.. AAMIIN...
Sabtu, 24 November 2018
2 Umar Yang Hebat Dan 1 Umar,, Saya..
Monggo di renungi,, sambil ngopi item 'giehh....


















