Tampilkan postingan dengan label Islam Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam Nusantara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2020

" Urip Iku Urup - Hidup Itu Menghidupi "

Hidup itu sederhana saja,Bro.. yaitu asal tidak maksiat dan bermanfaati kepada orang banyak,,


Posisi apapun sama sekali bukan tujuan,,, tidak menjadi apapun juga tidak masalah,,, tidak di kenal orang juga tidak masalah juga,, tidak di akui keberadaannya juga tidak masalah,, tidak di hormati juga tidak masalah,, justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang 'kan malah lebih leluasa dan santai.,,


Mendapatkan penghormatan bukan bukti kesuksesan.,, Menghormati belum tentu karena betul2 memiliki rasa hormat,,. 

Bisa saja orang menghormati kita karena takut, karena di haruskan, karena mereka bekerja untuk kita, 

mereka butuh sama seperti kita, atau supaya terlihat pantas saja.,,


Hidup gak usah di buat sulit, gak usah “ruwet” ,, 

Asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang, serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup.,,


Itu saja sudah cukup, Bro....


Sabtu, 18 Mei 2019

Neraka itu ada bungkus nya, Bro...

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum, Bro...
Piye kabare..? Ijeh dong poso tohh..??
Semoga kita semua tetep dalam naungan hidayahNya.. sehingga kita tetep bisa menjalani ibadah puasa, baik diri dan jiwa kita..
Sing poso kuwi yo rogo ne yo sukmo ne yoo.. Sa paket yo, Bro....

Ngene, Bro.. Dalam sebuah hikayat yg di tuturkan oleh Al Imam Al-Ghazali Radhiyallahu Anhu dalam kitab Mukasyafatul Qulub di ungkapkan bahwa ketika Gusti Alloh Subhanahu wa ta'ala selesai menciptakan neraka, para malaikat yg menyaksikan berkomentar bahwasanya tidak akan ada satupun dari kalangan umat manusia yg tertarik untuk mendekat pada neraka,, apalagi sampe sengaja mencemplungkan diri di dalamnya...

Akan tetapi Gusti Alloh Subhanahu wa taala kemudian berfirman: "...Sek sek, sebentar,, lihat dulu bungkus nya..."
Rupanya Gusti Alloh sengaja membungkus neraka itu dengan segala sesuatu yg sangat enak, menyenangkan dan cocok bagi selera nafsu manusia,, maka karena itulah kemudian bisa di mengerti kenapa banyak manusia yg berbondong-bondong mendekat pada neraka,, bahkan tidak segan-segan mereka mencebur ke dalamnya,,,
Na'udzubillahi tsumma Na'udzubillahi,,,

Jadi di éling-eling yo, Bro... nek kapan Ono sesuatu sing enak dan menyenangkan Ojo langsung di babat Yo, Bro,,, tapi di pilah-pilah sek,, Iki asli min Fadhli Robby opo mung bungkusé neroko...???

Sekian dan mator nuwun...
Wal afwu minkum,, 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...



Jumat, 03 Mei 2019

Iki Mafhum Mukholafah e

Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya "Tahqîqul Amal fî Mâ Yanfa’ul Mayyita minal A’mâl" memberikan pemahaman lewat sebuah hadits shahih yang berbunyi:

أَنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

“Bahwa sesungguhnya mayit itu dapat disiksa sebab tangisan keluarganya.”

Hadits di atas menunjukkan bahwa ternyata orang yang masih hidup itu dapat memberikan pengaruh siksa kepada si mayit atas kuasa Allah. Sedang Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih.
Jika Allah memberikan adzab siksa kepada si mayit sebagai konsekuensi dari perbuatan keluarganya di dunia, maka bukankah mungkin jika Allah juga menyampaikan kenikmatan kepada si mayit sebab amal shalih yang dilakukan keluarganya?

Demikianlah mafhum mukhalafah (logika sebaliknya) yang dipaparkan oleh Abuya Sayyid Muhammad al-Mliki.

Jadi tetep bersamangat ke Kuburan yaa , Bro.....
Beliau semua yang sudah bersemayam di kuburan pasti senang dan bahagia jika kita menziarahi nya dan mendo'akan nya.... In sya Alloh....

اللّممّ إغفرلهم وارحمهم وآفهم واعف عنهم وأكرم نزلهم ووسّع مدخلهم
آمين آمين آمين يارب العالمين



Sabtu, 23 Februari 2019

Pasar Gelap UstazD

Saya berkali-kali menyampaikan, hati-hati mencari ustaz. Jangan sembarangan mengundang orang untuk mengisi pengajian, memanggil dia ustaz, apalagi menyebutnya sebagai ulama.,,
Saya perlu semakin serius mengingatkan hal ini. Karena semakin banyak orang-orang yang hanya bermodal bisa pidato, berbaju gamis, mengumpat sana-sini diundang kemana-mana, dipanggil ustaz. Hafal satu dua ayat al-Quran dan hadis cukup menjadi modal.
Pasar gelap ustaz ini biasanya dihuni dua kelompok besar. Pertama, para muallaf. Beberapa muallaf, meskipun tidak punya ilmu keislaman yang cukup, tiba-tiba dia menjadi ustaz karena modal bisa pidato. Yang paling banyak diceramahkan biasanya menjelek-jelekkan keyakinan lamanya. Dia ingin menunjukkan sekarang sudah mendapat "hidayah". Tak lupa, biasanya juga menebar ketakutan, bahwa agama lamanya itu menjadi ancaman terhadap Islam. Kalau melihat orang seperti ini, saya sering jengkel sendiri, membayangkan kalau ada orang keluar dari Islam kemudian menjelek-jelekkan Islam dalam komunitas agamanya yang baru. Orang-orang seperti ini yang biasanya menaikkan ketegangan muslim dan non muslim.,,
Kedua, orang-orang yang dulu jauh dari Islam, suka maksiat dan sebagainya, kemudian berubah menjadi lebih religius, mengubah penampilan dan sebagainya. Orang-orang seperti ini biasanya menyebut diri sebagai orang yang sudah "hijrah". Modal kegelapan masa lalu dieksploitasi, seolah sekarang sudah benar-benar hidup dalam terang. Dengan modal bisa pidato, punya tim media sosial untuk menaikkan popularitasnya, mereka tiba-tiba dipanggil ustaz dan dijadikan rujukan dalam beragama.,,
Duakelompok ini, intinya sama. Mereka tidak punya otoritas keagamaan, tapi dimanjakan oleh situasi. Mareka memanfaatkan media sosial untuk marketing. Yang saya heran, orang-orang seperti ini banyak yang tidak tahu diri soal kapasitas keislamannya.,, Na'udZubillahi min dzalika...
pasar gelap ustaz ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama, Islam memang longgar dan tidak ada lembaga yang melakukan "standarisasi" keulamaan seseorang. Pasar ustaz dalam Islam sangat terbuka. Semua sangat tergantung pada "pasar". Jika Anda populer, ceramahnya disukai orang, maka Anda bisa masuk dalam pasar keulamaan ini, Bro..
Kedua sekarang banyak sarana yang bisa digunakan untuk branding. Jika dulu, untuk menjadi ustaz atau ulama membutuhkan waktu untuk diakui masyarakat, sekarang pengakuan itu bisa dilakukan dengan instan. Yang penting populer di medsos, itu sudah cukup.,, Sampun cekap, para Sodara.....!!
Siapa yang menjadi korban dari pasar gelap ini? ya masyarakat Islam sendiri. Orang-orang ini bicara atas nama Islam, padahal dia sama sekali tidak punya otoritas ilmu dan moral. Saya tak perlu menyebut nama sebagai contoh. Sekarang ini, masyarakat Islam suka marah-marah, sebagian merupakan hasil dari pasar gelap itu. Benar kata ahli yang mengatakan, di era disrupsi informasi maka akan lahir era matinya keahlian (death of expertise). Yang menjadi rujukan masyarakat bukan orang-orang yang punya otoritas, tapi orang yang terkenal, terutama di media sosial. Lihat saja survey-survey tentang tokoh-tokoh agama yang mereka ikuti, sebagian adalah orang-orang yang lain di pasar gelap ustaz itu
Masyarakat harus dididik agar mempunyai literasi keualamaan. Kalau mau menuntut ilmu keislaman, belajarlah pada orang-orang yang gurunya jelas, sanad ilmunya juga jelas. Jangan terpesona dengan tampilan luar. Saya senang, sekarang masyarakat sudah mulai kritis dan berani mempertanyakan ustaz yang menebarkan kebencian dimana-mana. Hanya masyarakat seperti ini yang bisa menghentikan pasar gelap itu..
Innama yakh'syalloohumin ibadihill ulamaa...
Wallohu a'lamubimurodihi.....


Sabtu, 24 November 2018

2 Umar Yang Hebat Dan 1 Umar,, Saya..

Ada 2 UMAR dalam sejarah Islam, yang dikenal dan dikenang sebagai Khalifah yg JUJUR, TEGAS, BIJAKSANA serta sangat teguh dalam AKIDAH.. Dan saya adalah salah satu dri beribu ribu orang yang suka, hurmat dan takdzim kepada beliau,, sehingga nama ku ta tambahi UMAR..... 

Yang pertama tentu saja Umar bin Khatab (RA), Khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ashsiddiq (RA), dan yang kedua adalah Umar bin Abdulazis, Khalifah ke 8 keturunan Umayyah.

Tak perlu dikisahkan tentang kedua Umar tersebut, karena perilaku mereka sudah begitu termasyur, bahkan mudah dicari literatur tentang kiprah mereka. Subhanalloh.. 

Yang menarik adalah, kedua tokoh hebat yang dikisahkan telah membawa kejayaan Islam serta kesejahteraan umat itu, wafat karena DIBUNUH.. 
😱😱😱

Umar bin Khatab wafat ditikam saat menjadi Imam Sholat Shubuh, oleh Abu Lu'lu'ah, tokoh Majusi yang menyusup diantara kaum Muslimin karena dendam, sebab kaum Majusi di Persia telah dikalahkan oleh pasukan Muslim, sehingga banyak orang Majusi yang kemudian menjadi Muslim.

Sedangkan Umar bin Abdul Azis wafat diracun oleh kerabatnya sendiri, karena kebijakan-kebijakannya Yang tidak berpihak pada kepentingan keluarga (Bani Umayyah), dan lebih mementingkan kepentingan umat.

Dari kisah beliau berdua di atas, dapat lah SAYA ambil kesimpulan,, bahwa ketika kita ada rasa TIDAK SUKA kepada Pemimpin, terkadang kita perlu merenung atau berpikir, benarkah Pemimpin itu layak untuk TIDAK DISUKAI karena "buruk", atau karena kita yang BELUM SIAP dengan kepemimpinannya, karena kepentingan-kepentingan kita terganggu dan merasa tersingkirkan....???

Monggo di renungi,, sambil ngopi item 'giehh....


Rabu, 01 Agustus 2018

Islam (di) Nusantara

ISLAM (DI) NUSANTARA

Islamnya shalat, tetap,,
Nusantaranya ditambahi puji-pujian sebelum shalat, sambil nunggu yang masih pulang dari sawah. Biar pada denger dikasih tau pake bedug dan kentongan!

Islamnya nyuruh baca kalimah thayyibah,
Nusantaranya ada tahlilan, dzikir sehabis shalat,, kalo nggak bareng-bareng suka lupa soalnya.

Islamnya haji ke Mekah,
Nusantaranya ada manasik dulu di alun-alun pakai triplek, miniatur ka'bah. Maklum, jauh, nggak pernah liat. Tahunya sini Borobudur pas study tour!

Islamnya nyuruh bersedekah,
Nusantaranya ada bagi-bagi berkat (full gizi).

Islamnya nyuruh orang kenal nabi,
Nusantaranya ada peringatan maulid nabi, sholawatan dan pembacaan al-berzanji (biografi nabi).
Maklum, kenalnya Gatotkaca sama Wirosableng pendekar 212.

Islamnya nyuruh orang saling memaafkan,
Nusantaranya ada tradisi mudik, sungkem dan halal bihalal pasca lebaran.

Islamnya nyuruh nutup aurat,
Nusantaranya pake sarung dan peci. Pake sorban, blangkon, atau jeans juga nggak papa, asal jangan ketat-ketat. Kalo ke sawah pake jubah ribet soalnya.

Islamnya nyuruh berkurban,
Nusantaranya pakai kambing atau sapi (tak ada unta coy). Kalau ngambil di kebun binatang ntar ditangkap Pak Tito Karnavian.

Islamnya nyuruh "tafaqquh fid-dien,"
Nusantaranya ada TPQ, pesantren, UIN/STAI/STAIN dll.

Islamnya nyuruh selalu inget Allah,
Nusantaranya ada majelis dzikir, istighasah, pengajian akbar (sampe nutup jalan segala).

Islamnya nyuruh baca dan dengerin al-Quran (meski cuma denger, pahalanya sama, hlo),
Nusantara-nya ada semaan al-Quran, atau minimal ya yasinan (hatinya Quran). Simple toh,, 

Islamnya nyuruh bikin "ummatan wasathan" (ummat yang moderat),
Nusantaranya ada ormas Islam. Meski sekarang ada ormas yang serem... 

Islamnya nyuruh mengenang nenek moyang agar tahu asal-usul dan "tempat kembali" (bahkan sampai Nabi di Mi'rajkan agar tahu leluhur dan kelak juga kita mati) dan napak tilas sejarah Nabi Adam as dan Nabi Ibrahim as dalam haji,
Nusantaranya - selain haji tadi - ada tradisi ziarah walisongo, makam leluhur dan haul.

Islamnya nyuruh menghormati dan memuliakan tamu,
Nusantaranya - khususnya di beberapa daerah tertentu - selalu disilakan makan (Jawa: disuguh). Gratis,bro... 

Islamnya nyuruh laki-laki disunat (dikhitan) "itu"-nya (sakit banget tau, nggak lagi-lagi),
Nusantaranya si anak ditumpakin ke kuda, diarak, karnaval rame-rame, namanya khitanan massal. Selain tasyakuran dan potensi wisata budaya (soalnya banyak yang nonton dan jualan) , juga biar yang dikhitan seneng dan lupa sakitnya!

Islamnya nyuruh mengormati orang tua,
Nusantaranya - antara lain - berbahasa kromo dan mencium tangan orang tua, dan ngopeni. (Nggak dititipin di panti jompo kayak di AS).

Islamnya melarang memanggil Nabi dengan namanya saja,
Nusantaranya ada "Kanjeng" Nabi Muhammad, atau Sayyidina. Jangankan pada Nabi, (maaf, tidak bermaksud merendahkan; profesi ini mulia) sama tukang parkir aja kita manggil "Pak" atau " Mas".

Islamnya nyuruh jomblo untuk nikah dengan segala syarat dan rukunnya, plus resepsi,
Nusantaranya ditambahin baju, adat dan tradisi khas pernikahan, pesta nanggap wayang, gambus atau orkes dangdut ala Bang Haji Rhoma Irama... 

Islamnya nyuruh " Iqra' " , membaca dan belajar,
Nusantaranya ada tradisi penulisan "kitab pegon" (berbahasa jawa, sunda, melayu, dll), juga syair, tembang, lagu, cerita wayang, film dll, untuk mengajarkan agama pada masyarakat... 

Islamnya nyuruh diskusiin kalau ada problem ummat (wasyaawirhum fil amri),
Di sini ada "musyawarah", "bahtsul masail", sidang MPR, dll.

Islamnya nyuruh kita bikin negara yang aman, "baladil amin",
Nusantaranya ada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Islamnya ngajarin bikin kesepakatan dalam membikin negara: "Piagam Madinah", yang mengayomi semua agama dan suku.
Nusantaranya ada "Pancasila" yang isinya senafas dengan islam, dan di terima di Indonesia yang bhineka tunggal Ika..


Merdeka
Merdekaaaa
MERRRDEKAAA


Kamis, 12 Juli 2018

Islam ya Islam ( Nusantara)


Dhawuh Kyai-ku ;
"yang bergamis bersorban WAJAH-nya SENYUM itu itba' Kanjeng Rosul, yang bergamis bersorban WAJAH-nya SANGAR itu itba' Abu Jahal... "

tak tambahi ;
"yang sarungan berpeci WAJAH-nya SENYUM itu orang Nusantara yang beragama Islam, yang sarungan berpeci WAJAH-nya SANGAR itu orang Islam yang KEBETULAN tinggal di Nusantara"

Jadi bukan perkara bagaimana CARA-nya, tapi bagaimana isi hatinya.
Orang Nusantara yang beragama Islam, tak akan rela Nusantara ini diacak-acak, diadu domba, diganti kelir, apalagi mau di-RUBAH, sementara orang Islam yang tinggal di Nusantara bisa jadi TAK AKAN PEDULI, sebab tak punya rasa memiliki.,,, 

Jadi kesimpulannya, ISLAM NUSANTARA bukan sesuatu yg baru, tapi cara orang NUSANTARA beragama ISLAM, yang menanamkan 6 Rukun Iman dalam jiwanya, menjalankan 5 Rukun Islam dalam kesehariannya, juga CINTA TANAH AIR, CINTA SESAMA MANUSIA, CINTA KERUKUNAN antar UMAT BERAGAMA, CINTA PERSATUAN, SUDI GOTONG ROYONG, TAHLILAN, MAULUDAN, HORMAT KEPADA LELUHUR, HORMAT KEPADA YG TUA, SAYANG KEPADA YG MUDA, ANTI TAKFIRI, ANTI KEKERASAN, MENGHORMATI TRADISI dan, MEMAHAMI KEARIFAN LOKAL... 

Ngono lhooo,,, 

Paham ya ? .. jangan mengambil kesimpulan kalau belum paham ... aku nyusun kalimatnya udah hati-hati, supaya jangan ada yg sakit hati, jadi jangan tanya-tanya lagi.
Mari kita renungkan dengan NALAR WARAS, mumpung malam Jum'at, bro......