Tampilkan postingan dengan label Tahun baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahun baru. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2019

Satu kebahagiaan untuk Non Kristen

Kita bisa berbeda pendapat soal mengucapkan "Selamat Hari Natal" ,, tapi kita sepakat bahwa Hari Natal adalah tanggal merah dan hari libur,,,

Mengucapkan "Selamat Natal" adalah persoalan khilafiyah / perbedaan,, Sementara, Hari Natal sebagai hari libur adalah persoalan prinsip yang tidak bisa di ganggu gugat, Broo,,!

Orang-orang Kristen memperlakukan Hari Natal sebagai hari raya. Orang-orang non-Kristen menikmati Hari Natal sebagai hari libur,,

Pada Hari Natal orang Kristen mendapatkan dua kebahagiaan: kebahagiaan hari raya dan kebahagiaan hari libur,, Dan non-Kristen mendapat satu kebahagiaan: kebahagiaan hari libur..

Selamat untuk Bolo yang merayakan Hari Raya Natal,, Dan Selamat untuk Bolo yang menikmati Hari Libur Natal,,

Semoga enjoy lahir dan batin, Broo....

(ngapa monyong2,, biasa aja kelleess,,)


Jumat, 04 Januari 2019

Ummatan Hyokyok'oo

Umat Islam di Indonesia ini joss dalam hal menciptakan materi diskusi. Waktu natal, temanya ya natal. Tahun baru, judulnya ya tahun baru. Giliran maulid Nabi saw, temanya ya maulid Nabi saw, dstnya.
Asyik kan hidup di Indonesia...... 
Dan yang garang-garang dari mereka adalah yang baru-baru belajar agama. Sehingga dengan kegarangannya merasa lebih baik, lebih shalih, lebih takwa, dan lebih layak diikuti pendapatnya. Kadang saking garangnya lupa masa lalu yang sudah dilewatinya..... Haddeehh.... 
Terhadap yang demikian itu saya sering menjuluki *ummatan koyo hyokyok'oo*. Dan tahun baru di  tahun 2019 ini, amati saja, rata-rata kids-kids jaman now yang mengharamkan kembang api, tiup terompet, dan seterusnya adalah mereka yang dulu aktif meramaikan. Sementara yang dari awal menganggap tahun baru sebagai pergantian yang biasa dan dijadikan momen introspeksi serta bersyukur sikapnya ya biasa-biasa saja.... 
Oh ya, rata-rata dari kids-kids itu dangkal ilmu agamanya. Baca al Quran saja kadang grotal-gratul. Apalagi menguasai ilmu-ilmu lain. Daripada teriak-teriak merasa lebih baik, mbok ya belajar agama saja pada ulama' yang betul-betul 'alim. Latihan menata hati agar tak mudah benci. Latihan mengenal dakwah dan seterusnya....
Mbok ojo hyokyok'oo ngunu ahh, Bro....