Tampilkan postingan dengan label sholat fardhu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sholat fardhu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2019

Neraka itu ada bungkus nya, Bro...

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum, Bro...
Piye kabare..? Ijeh dong poso tohh..??
Semoga kita semua tetep dalam naungan hidayahNya.. sehingga kita tetep bisa menjalani ibadah puasa, baik diri dan jiwa kita..
Sing poso kuwi yo rogo ne yo sukmo ne yoo.. Sa paket yo, Bro....

Ngene, Bro.. Dalam sebuah hikayat yg di tuturkan oleh Al Imam Al-Ghazali Radhiyallahu Anhu dalam kitab Mukasyafatul Qulub di ungkapkan bahwa ketika Gusti Alloh Subhanahu wa ta'ala selesai menciptakan neraka, para malaikat yg menyaksikan berkomentar bahwasanya tidak akan ada satupun dari kalangan umat manusia yg tertarik untuk mendekat pada neraka,, apalagi sampe sengaja mencemplungkan diri di dalamnya...

Akan tetapi Gusti Alloh Subhanahu wa taala kemudian berfirman: "...Sek sek, sebentar,, lihat dulu bungkus nya..."
Rupanya Gusti Alloh sengaja membungkus neraka itu dengan segala sesuatu yg sangat enak, menyenangkan dan cocok bagi selera nafsu manusia,, maka karena itulah kemudian bisa di mengerti kenapa banyak manusia yg berbondong-bondong mendekat pada neraka,, bahkan tidak segan-segan mereka mencebur ke dalamnya,,,
Na'udzubillahi tsumma Na'udzubillahi,,,

Jadi di éling-eling yo, Bro... nek kapan Ono sesuatu sing enak dan menyenangkan Ojo langsung di babat Yo, Bro,,, tapi di pilah-pilah sek,, Iki asli min Fadhli Robby opo mung bungkusé neroko...???

Sekian dan mator nuwun...
Wal afwu minkum,, 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...



Kamis, 18 April 2019

Belom ada judul.

"Telah kutumpahkan air mata untuk memohon pada Allah SWT. Telah kubaca zikir demi zikir, shalawat demi shalawat, dan ragam kalimat thoyyibah..."

"Tapi kau merasa pintamu tak diijabah Allah SWT ?" potong Kiai Tawakkal.

"Enggèh, Kiai" jawab Kang Aqiel

"Lantas sekarang kau mau apa ? Protes pada Allah ?"

Kang Aqiel diam. 
"Mohon nasehatnya,Kiai. Rasanya seperti memikul gunung Nogo menerima takdir ini.. Berat, berat, dan sungguh berat"

Kiai Tawakkal tertawa.
"Gusti Allah SWT. tak bisa kau dikte dengan kemauanmu. Ia tahu yang terbaik untukmu. Ia peluk engkau tanpa kau sadari. Kau harus bersyukur bahwa Allah SWT adalah Tuhanmu yang memilih kebaikan untukmu dengan ragam ketatapanNya. Kau harus bersyukur bahwa Gusti Allah SWT. bukanlah seperti bayanganmu yang bisa kau sogok dengan rangkaian amaliah yang menurutmu shalih, entah itu ritual zikir, shalawat, dan hal-hal lain. Kau lupa dan menganggap dirimu segalanya dengan amal-amal itu !
Bukankah zikirmu, shalawatmu, shalatmu, dan semuanya ada dalam kuasaNya. Ada dalam keMahaanNya ? Lantas apa yang membuatmu merasa bisa segalanya. 
Misal kau shalat, itu bukan kebutuhan Allah tapi kebutuhan rohanimu. Sebab kebutuhan jiwa dan rohanimu dicukupi oleh Allah. Jadi kau harus bersyukur ketika Allah memberikan kesempatan padamu untuk shalat....

Senantiasa berhusnuddzonlah pada Gusti Allah SWT !
Segala yang kau rasakan saat ini anggap saja sebagai anugrah Allah yang hendak menggemilangkan kalbu syukurmu, sabarmu, dan ihlasmu !
Kelak anugrah terbaik akan kau terima beriring dengan kesiapan lahir batinmu. Paham ?"

"Nggeh Kiai"