Tampilkan postingan dengan label sholat lima waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sholat lima waktu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2022

Tanda-tanda Hatimu Lelah, Bro,,,

Tanda-tanda itu di antaranya adalah,,,;

1. Mudah tersinggung,
2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah, 
3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu bahkan pada hal yg biasanya anda sukai, 
4. Sering gelisah ato ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan, 
5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tau sebabnya, 
6. Mulai terasing dengan sekitar, merasa sendirian di tengah keramaian dan lebih asik membayangkan kehidupan ideal yg kita ciptakan di dalam pikiran kita,
7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar, 


Maka itu adalah tanda jiwa ato batin tengah kelelahan,, Saran terbaik adalah,,,,,,,,,,,,,,, ;

Hentikan sejenak aktivitas yg menyita banyak waktu,, lalu luangkan waktu untuk mengistirahatkan jiwa,, 

Caranya,,,,??? 
Tidak ada dokter yg bisa mengobati sang jiwa kecuali yg memiliki jiwa,, 
Perbanyaklah berdo'a bermunajat,, 

Wudhu, gelar sajadah, lalu sholat lah meski hanya 2 rakaat,,

Setelah itu jangan beranjak dulu,, 
Duduk saja,, Nikmati,, meski itu hanya sekedar diam merenung dan berdzikir menyebut nama Alloh (kalo 'gak bisa berdoa)
Ato berbincanglah sepihak dengan Gusti Alloh,,, 
Ciptakan kedekatan hanya dengan Dia,, 
Waktu malam lebih baik,, Berlama-lama lah di situ,, nikmati suasana itu,, bermuhasabah,,

Karena jiwa yg lelah adalah isyarat waktu kebersamaanmu bersama Rabb-mu teramat kurang,,

Jangan sampai lelahnya jiwa membuat kita tak bisa menjadi pribadi terbaik saat hidup di dunia,, 

Karena tanpa sadar, lelahnya jiwa membuat kita menjadi mati sebelum jasad mati,,

Na'udzubillah tsumma Na'udzubillah Min dzalik,,
🤲🏻

#selfreminder
#nyi_katiati


Kamis, 18 April 2019

Belom ada judul.

"Telah kutumpahkan air mata untuk memohon pada Allah SWT. Telah kubaca zikir demi zikir, shalawat demi shalawat, dan ragam kalimat thoyyibah..."

"Tapi kau merasa pintamu tak diijabah Allah SWT ?" potong Kiai Tawakkal.

"Enggèh, Kiai" jawab Kang Aqiel

"Lantas sekarang kau mau apa ? Protes pada Allah ?"

Kang Aqiel diam. 
"Mohon nasehatnya,Kiai. Rasanya seperti memikul gunung Nogo menerima takdir ini.. Berat, berat, dan sungguh berat"

Kiai Tawakkal tertawa.
"Gusti Allah SWT. tak bisa kau dikte dengan kemauanmu. Ia tahu yang terbaik untukmu. Ia peluk engkau tanpa kau sadari. Kau harus bersyukur bahwa Allah SWT adalah Tuhanmu yang memilih kebaikan untukmu dengan ragam ketatapanNya. Kau harus bersyukur bahwa Gusti Allah SWT. bukanlah seperti bayanganmu yang bisa kau sogok dengan rangkaian amaliah yang menurutmu shalih, entah itu ritual zikir, shalawat, dan hal-hal lain. Kau lupa dan menganggap dirimu segalanya dengan amal-amal itu !
Bukankah zikirmu, shalawatmu, shalatmu, dan semuanya ada dalam kuasaNya. Ada dalam keMahaanNya ? Lantas apa yang membuatmu merasa bisa segalanya. 
Misal kau shalat, itu bukan kebutuhan Allah tapi kebutuhan rohanimu. Sebab kebutuhan jiwa dan rohanimu dicukupi oleh Allah. Jadi kau harus bersyukur ketika Allah memberikan kesempatan padamu untuk shalat....

Senantiasa berhusnuddzonlah pada Gusti Allah SWT !
Segala yang kau rasakan saat ini anggap saja sebagai anugrah Allah yang hendak menggemilangkan kalbu syukurmu, sabarmu, dan ihlasmu !
Kelak anugrah terbaik akan kau terima beriring dengan kesiapan lahir batinmu. Paham ?"

"Nggeh Kiai"