Tampilkan postingan dengan label ngaji hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngaji hati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2019

Ikhlas Tokk, Ikhlas Yang Sempurna.

Belum sempurna IKHLASnya seseorang, jika ia masih berharap ganjaran atas amal baik ataupun ibadahnya..,,
masih berada pada tingkatan awam ikhlasnya jika melakukan kebaikan atau beribadah masih atas alasan untuk sesuatu bahkan ALLOH, karena bisa jadi masih ada peran ego atau nafsu yang menggerakan.,,
lalu Ikhlas model seperti apa yang "sempurna" .. ???
Monggo ngaji bareng-bareng, otak dan ilmu saya terlalu cetek jika membahas soal IKHLAS, bro.. maka dari itu saya mengutip kata-kata dari bolo saya yg mumpuni saja 'giehh,, bahwa iklas yang sempurna ialah keikhlasan yang ia tidak buat-buat, juga sadar dan pasrah sepenuhnya bahwa ALLOH-lah yang menggerakannya...
berbuat baik, ya berbuat saja, kepada siapapun tanpa pilih-pilih.,,
beribadah, ya ibadah saja, tanpa menuntut imbalan pahala dan sebagainya..,,
pahami konsep memberi adalah menerima, menerima adalah memberi.,,
Gitcu, Broo..,,
tidak berharap apa-apa, tidak merasa apa-apa..,
itulah ikhlas dalam pengabdian yang sempurna,, ikhlas TOKK,,
Wallohu a'lamu bi murodihi,,
(.., saya masih belajar melakukan IKHLAS yang sempurna, Bro ...)

Jumat, 16 November 2018

Ini soal HATI, bro..

Tuhan itu menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan, ada Gelap pasti ada Terang, ada Baik pasti ada Buruk, ada Musa ada Ramses III (Fir'aun yg jahat).
Ada Kyai pasti ada Penjahat, ada Ustadzah pasti diciptakan pula Pelacur.
Gak ada Manusia yg bisa merubah "peran" manusia lainnya dalam kehidupan ini, kecuali Tuhan, Gusti Alloh Subhanahu Wa Ta'ala...

Manusia sebagai HAMBA Tuhan, bisanya cuma memohon agar Tuhan berkenan menjadikan Manusia yg "tidak baik" menjadi "baik", namun tetap saja semuanya kembali pada KEHENDAK TUHAN.

Seorang Hamba tak akan pernah tahu akan Kehendak Tuhan, bahkan tingkatan Nabi sekalipun, kalaupun tahu, pastilah karena DIBERI TAHU OLEH ALLOH YANG MAHA TAHU.
Tak ada yg bisa merubah Buaya untuk makan Rumput, atau Gajah makan Daging, kecuali atas kehendak PENCIPTA-NYA.

Maka bersyukurlah Hamba Tuhan yg kebagian "peran" jadi Manusia baik-baik utuk tetap menjadi baik-baik, jangan sampai Tuhan "sebel" dan menjadikan sebaliknya .. Robbana laa tuziqqulubana ....

Tuhan menciptakan kita hidup dalam kehidupan kita sebagai Hamba, adalah bagian dari RENCANA-NYA.
Kalau Tuhan sudah "BOSAN" dan "TIDAK SUKA", maka akan dihancurkan, dan musnahlah era ADAM, tergantikan dengan era yg lain ... wallahu a‘lam...

Dapat peran PROTAGONIS ataupun ANTAGONIS dalam kehidupan, ya mestinya terima saja, kalau itu memang KEHENDAK-NYA dan TUHAN RIDHO....,,

Tapi bagaimana kita bisa tahu bahwa itu KEHENDAK TUHAN ?, sementara IBLIS juga bisa mempengaruhi kita, dengan memberikan petunjuk yg seakan berasal dari Tuhan.
Tak cukup hanya diolah dengan Akal Fikir, tapi harus dibarengi dengan LAKU SPIRITUAL,, ngaji babakan ATI, bro...., yg sekiranya dapat mendekatkan seorang Hamba kepada Tuhannya.... ..

Wallohu A'lam.....