Kamis, 26 September 2019

Ubanmu Pelecutmu.

Ubanmu pelecutmu..
Ragamu tak perlu bersolek, tapi jiwamu,Bro..
Biarkan ubanmu ada lalu rontok ke tanah..
Cepat, cepat lah bergegas..
Daun akan rontok dan jatuh ke tanah..
Mega merah akan menghilang..
Embun akan segera mengering..
Cakrawala mu akan Segera larut membaur terburai..
Lalu tubuh mu terhenti di sini, tapi tidak jiwamu, Bro..
Ubanmu pelecut sembahyangmu..


Selasa, 10 September 2019

Akulah suamimu, sahabatmu, saudaramu dan kekasihmu,,

Akhlak lelaki itu bisa di lihat bagemana cara dia memperlakukan wanita,, dan akhlak suami itu bisa di lihat bagemana cara dia memperlakukan istrinya,,

Seorang lelaki yg baik akan selalu menghormati wanita,, dan seorang suami yg baik akan selalu memuliakan istrinya,,

Seorang lelaki terhormat tak akan pernah mempermainkan wanita,, dan seorang suami terhormat tak akan menyakiti hati istrinya,,

ARRIJALU QOWWAMUNA 'ALAN NISAA
(lelaki itu pemimpin bagi kaum wanita)

Selama engkau tetap menjadi AN NISA ku,,, maka aku akan selalu menjadi AR RIJAL mu,,,

Maka aku akan bersikap sebagai pemimpin yg baik,, 
Maka aku akan memperlakukan wanita ku dgn baik,, 
Maka aku akan membimbing wanita ku dgn baik, , 
Maka aku akan menghormati wanita ku dgn baik,,

Akulah suamimu sekaligus sahabatmu, sodaramu dan kekasihmu..

Sebagaimana aku menghormati IBU ku yg tak lain adalah seorang wanita juga, ,

Mengertilah wahai wanita ku,, wahai istri ku, ,,,


Jumat, 21 Juni 2019

Perantara

Hidayah itu adalah hak 'prerogatif'nya GUSTI ALLOH, DIAlah yang berkehendak siapa-siapa yang mendapat petunjuk, juga siapa-siapa yang terhijabi dari petunjuk...

Perlu dipahami bahwa seorang GURU bukanlah perantara antara seorang murid dengan TUHANnya, apalagi pemberi hidayah... Tetapi tugas guru adalah sebagai pembimbing para murid untuk menuju hakikat Tuhannya...

Salah satu bentuk keangkuhan atau kesombongan seseorang yang kadang sulit di sadari adalah ketika ia tidak mau berguru, padahal sejatinya ia masih sangat butuh bimbingan guru...

Hatinya tercemar oleh ego "merasa bisa" dan mampu tanpa bimbingan guru... kesombongan itulah yang akan menutup juga menjauhkannya dari kesejatian Tuhan...

Tetaplah Nyantri, Broo.... karena itu kewajiban dari kita lahir sampe ajal menjemput kita..

Menuntut Ilmu itu dari kita lahir sampai kita ke liang qubur. (Al hadist)


Sabtu, 18 Mei 2019

Neraka itu ada bungkus nya, Bro...

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum, Bro...
Piye kabare..? Ijeh dong poso tohh..??
Semoga kita semua tetep dalam naungan hidayahNya.. sehingga kita tetep bisa menjalani ibadah puasa, baik diri dan jiwa kita..
Sing poso kuwi yo rogo ne yo sukmo ne yoo.. Sa paket yo, Bro....

Ngene, Bro.. Dalam sebuah hikayat yg di tuturkan oleh Al Imam Al-Ghazali Radhiyallahu Anhu dalam kitab Mukasyafatul Qulub di ungkapkan bahwa ketika Gusti Alloh Subhanahu wa ta'ala selesai menciptakan neraka, para malaikat yg menyaksikan berkomentar bahwasanya tidak akan ada satupun dari kalangan umat manusia yg tertarik untuk mendekat pada neraka,, apalagi sampe sengaja mencemplungkan diri di dalamnya...

Akan tetapi Gusti Alloh Subhanahu wa taala kemudian berfirman: "...Sek sek, sebentar,, lihat dulu bungkus nya..."
Rupanya Gusti Alloh sengaja membungkus neraka itu dengan segala sesuatu yg sangat enak, menyenangkan dan cocok bagi selera nafsu manusia,, maka karena itulah kemudian bisa di mengerti kenapa banyak manusia yg berbondong-bondong mendekat pada neraka,, bahkan tidak segan-segan mereka mencebur ke dalamnya,,,
Na'udzubillahi tsumma Na'udzubillahi,,,

Jadi di éling-eling yo, Bro... nek kapan Ono sesuatu sing enak dan menyenangkan Ojo langsung di babat Yo, Bro,,, tapi di pilah-pilah sek,, Iki asli min Fadhli Robby opo mung bungkusé neroko...???

Sekian dan mator nuwun...
Wal afwu minkum,, 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...



Jumat, 03 Mei 2019

Iki Mafhum Mukholafah e

Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya "Tahqîqul Amal fî Mâ Yanfa’ul Mayyita minal A’mâl" memberikan pemahaman lewat sebuah hadits shahih yang berbunyi:

أَنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

“Bahwa sesungguhnya mayit itu dapat disiksa sebab tangisan keluarganya.”

Hadits di atas menunjukkan bahwa ternyata orang yang masih hidup itu dapat memberikan pengaruh siksa kepada si mayit atas kuasa Allah. Sedang Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih.
Jika Allah memberikan adzab siksa kepada si mayit sebagai konsekuensi dari perbuatan keluarganya di dunia, maka bukankah mungkin jika Allah juga menyampaikan kenikmatan kepada si mayit sebab amal shalih yang dilakukan keluarganya?

Demikianlah mafhum mukhalafah (logika sebaliknya) yang dipaparkan oleh Abuya Sayyid Muhammad al-Mliki.

Jadi tetep bersamangat ke Kuburan yaa , Bro.....
Beliau semua yang sudah bersemayam di kuburan pasti senang dan bahagia jika kita menziarahi nya dan mendo'akan nya.... In sya Alloh....

اللّممّ إغفرلهم وارحمهم وآفهم واعف عنهم وأكرم نزلهم ووسّع مدخلهم
آمين آمين آمين يارب العالمين



Selasa, 30 April 2019

Manusia manusia kita.

Menjadi manusia itu ...
اياك والناس...ولا بد لك من الناس...لان الناس هم الناس
" iyaakawannaas, walabudda laka minannaas, Lianannaasa humunnaas "

~ iyyakawannaas takutlah kamu ketika bertaut gaul dengan manusia ( jaga hak dan kewajibannya ).
~ wala buddalaka minanaas : dan memang tidak bisa tidak kamu harus bertaut dengan manusia ( tidak ada manusia yang tidak butuh kepada manusia yang lain, pasti setiap manusia saling membutuhkan, dan itulah kenapa manusia disebut makhluk sosial )
~ kenapa harus menjaga hak dan adab kepada manusia ? Lianannaas humunnaas : karena manusia adalah manusia ( oleh karenanya harus bisa memanusiakan manusia ).
Dan..sesungguhnya, sodaraa......
خير الناس أنفعهم للناس
khoirunnas anfa'uhum linnas.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain".
Maka,,Jadilah bermanfaat untuk semua manusia di dunia ini,, ora peduli non muslim, ora peduli bajingan, ora peduli musuh, ora peduli bolo, ora peduli mbah kiyai, ora peduli bakul obat, lan sanesipun....



Kamis, 18 April 2019

Belom ada judul.

"Telah kutumpahkan air mata untuk memohon pada Allah SWT. Telah kubaca zikir demi zikir, shalawat demi shalawat, dan ragam kalimat thoyyibah..."

"Tapi kau merasa pintamu tak diijabah Allah SWT ?" potong Kiai Tawakkal.

"Enggèh, Kiai" jawab Kang Aqiel

"Lantas sekarang kau mau apa ? Protes pada Allah ?"

Kang Aqiel diam. 
"Mohon nasehatnya,Kiai. Rasanya seperti memikul gunung Nogo menerima takdir ini.. Berat, berat, dan sungguh berat"

Kiai Tawakkal tertawa.
"Gusti Allah SWT. tak bisa kau dikte dengan kemauanmu. Ia tahu yang terbaik untukmu. Ia peluk engkau tanpa kau sadari. Kau harus bersyukur bahwa Allah SWT adalah Tuhanmu yang memilih kebaikan untukmu dengan ragam ketatapanNya. Kau harus bersyukur bahwa Gusti Allah SWT. bukanlah seperti bayanganmu yang bisa kau sogok dengan rangkaian amaliah yang menurutmu shalih, entah itu ritual zikir, shalawat, dan hal-hal lain. Kau lupa dan menganggap dirimu segalanya dengan amal-amal itu !
Bukankah zikirmu, shalawatmu, shalatmu, dan semuanya ada dalam kuasaNya. Ada dalam keMahaanNya ? Lantas apa yang membuatmu merasa bisa segalanya. 
Misal kau shalat, itu bukan kebutuhan Allah tapi kebutuhan rohanimu. Sebab kebutuhan jiwa dan rohanimu dicukupi oleh Allah. Jadi kau harus bersyukur ketika Allah memberikan kesempatan padamu untuk shalat....

Senantiasa berhusnuddzonlah pada Gusti Allah SWT !
Segala yang kau rasakan saat ini anggap saja sebagai anugrah Allah yang hendak menggemilangkan kalbu syukurmu, sabarmu, dan ihlasmu !
Kelak anugrah terbaik akan kau terima beriring dengan kesiapan lahir batinmu. Paham ?"

"Nggeh Kiai"