Rabu, 16 Juli 2025

Cintanya Tuhan Dan Rindu Hamba-Nya

Alkisah,, Pada suatu hari, Nabi Musa As. melewati padang rumput dan melihat penggembala domba sedang duduk di samping ternaknya dengan kepala mendongak ke atas,, ia berbicara kepada Tuhannya: “Di manakah Engkau supaya kujahit baju-Mu, kurajut kasut-Mu, dan kubereskan ranjang-Mu? Di manakah Engkau supaya kusisir rambut-Mu, dan kucium kaki-Mu? Di manakah Engkau supaya kusemir sepatu-Mu dan kubawakan susu untuk minuman-Mu?” 

Lalu Nabi Musa As. mendekati penggembala itu dan bertanya: "Dengan siapa kau bicara?

 “Dengan Dia yg menciptakan kita,, yang menciptakan siang dan malam, bumi dan langit.” 

Nabi Musa As. marah mendengar jawaban penggembala itu: “Alangkahnya beraninya kamu berbicara kepada Tuhan seperti itu?  Kau harus menyumpal mulutmu  jika tak bisa mengendalikan lidahmu, atau paling tidak orang tak mendengar kata-katamu yg penuh penghinaan, kufur dan sesat,, Kau pikir Tuhan seperti manusia? Tuhan maha sempurna!  Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga sebelum Tuhan menurunkan azab karena dosamu,, segeralah bertobat.”

Si penggembala, yg mengenal sang nabi Musa menjadi takut dan menangis.  Penggembala sederhana itu tak mengerti mengapa  ucapannya terhadap Tuhan di anggap kasar, atau mengapa Nabi menyebutnya sesat. Tapi ia tahu, Nabi Allah pasti lebih tahu,, Sambil menangis ia tinggalkan ternaknya dan pergi,,

Dengan perasaan puas karena telah menunjuki jalan kepada jiwa yg tersesat, Nabi Musa As. melanjutkan perjalanan ke kota,, tapi tiba-tiba ia mendengar Tuhan menegurnya: “Mengapa kau halangi Kami dengan hambaKu yg setia? Mengapa kau pisahkan pecinta dari Kekasihnya? Ku utus kau untuk menyambungkan kasih sayang, bukan memutuskannya,,. Aku tidak menciptakan dunia untuk keuntunganKu. Aku  tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Pemujalah yg akan memperoleh faedah,, Ingatlah bahwa dalam Cinta, kata-kata hanyalah desahan napas dan tidak ada artinya,, Aku tidak memperhatikan keindahan kalimat atau susunan kata,, Aku hanya melihat jauh ke dalam hati hamba-Ku. Di situlah Aku tahu ketulusan hamba-Ku, walaupun kata-katanya tidak indah,, Karena mereka yg telah menyalakan api cinta yg membakar habis kata-kata,, Pecinta tidak memiliki apapun  selain Kekasihnya.”

 Dalam hal ini Tuhan mengajarkan Nabi Musa rahasia cinta.  Nabi Musa yg sadar  bergegas mencari penggembala itu untuk meminta maaf,, Setelah hampir berputus asa, Nabi Musa As. menemukan penggembala itu termenung di pinggir mata air dengan pakaian yg lusuh dan rambut yg kusut masai,, lalu Nabi Musa As. menunggu lama,, Akhirnya penggembala itu mengangkat kepalanya dan melihat sang Nabi.

“Aku ingin menyampaikan pesan kepadamu,” kata Nabi Musa. “Tuhan telah berfirman kepadaku. Kau bebas berkata kepada-Nya dengan cara apa pun yg kau sukai, dengan kata apa pun yg kau pilih,, Karena yg aku kira sebagai kesesatan ternyata iman dan cinta.”

Ya Salam. Ya Alloh Salam.... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar